By

SUDAH LAKU — Dijual Asus Zenfone Zoom S Bekas

Sebelum melihat daftar barang yang dijual, pastikan Anda telah menyetujui syarat dan ketentuan transaksi berikut ini:

  1. Harga yang tercantum adalah harga nett alias harga pas. Tidak ada tawar menawar lagi.
  2. Tidak ada nota atau bukti pembelian dalam transaksi ini.
  3. Hanya melayani serah terima barang secara tatap muka di Surabaya. Saat serah terima, pembeli atau yang mewakilinya dipersilakan melakukan pengecekan selama maksimal 30 menit. Setelah serah terima, saya tidak melayani komplain dan pertanyaan apa pun.
  4. Sebagai penjual, saya berhak menolak melakukan transaksi dengan rekan tertentu. Saya akan merespons dengan menyebutkan kalimat yang tidak eksplisit menolak.
  5. Peminat silakan menghubungi saya via WhatsApp 0811 70 9900. Transaksi yang dilakukan via jalur lain akan diabaikan.

Dijual satu unit Asus Zenfone Zoom S bekas. Masa garansi resmi sudah habis.

Kondisi fisik, menurut standar kemulusan ala HSW, tergolong normal wear. Orang lain amat mungkin menilainya masih mulus. Layar sudah dilapisi dengan pelindung layar tambahan.

Fungsi normal. Agar lebih prima dan memuaskan majikan barunya, kemarin (5 Juli 2019) baterai saya ganti dengan baterai baru dan orisinal senilai Rp310.000 di pusat perbaikan resmi Asus.

Kelengkapan sesuai paket penjualan standar. Plus, bonus TPU case.

Dijual dengan harga Rp1.350.000 (nett) dan hanya melayani serah terima di Surabaya.

Alasan jual: persiapan Asus Zenfone 6. 🙂

6 Responses to SUDAH LAKU — Dijual Asus Zenfone Zoom S Bekas

  1. Dedi ananto says:

    Kenapa ga pernah nrima penjualan lewat toko online sih om? Ky tokopedia atau bukalapak. Saya sering pingin beli ponsel bekasnya om tapi karena lokasi disemarang jadi ga pernah bisa

    • Herry SW says:

      Pak Dedi Ananto,

      Saya ingin transaksi segera selesai dan malas repot. Kalau pun melayani pengiriman ke luar kota, saya hanya menerima pembayaran dengan transfer ke BCA, Go-Pay, atau Ovo. Tak pernah bersedia lewat Tokopedia atau Bukalapak.

  2. Mones says:

    Kalau memang maunya gitu (tanpa rekber) saya yakin tidak ada yang mau beli (smart people). Bank sih masih bisa dibekukan dan ada cctv waktu penarikan atm, kalau gopay dan ovo waduh melayang sudah. Berapa lama sih bikin lapak di Tokopedia atau Bukalapak? 5 menit sudah kelar!!

    • Akbar says:

      Banyak yang mau. Kalau misal saya yang jual, pasti tidak akan laku, karena tidak ada yang kenal saya.
      Beda cerita kalau yang jual sudah punya reputasi.
      Jadi, itu pilihan masing-masing saja. Mau beli, silakan, kalau ragu jangan dbeli. Tidak ada pemaksaan di sini.
      Membuat akun di Toped/Bukalapak memang cepat, tapi lebih ribet karena harus post barang jualan di sana, menunggu pembeli yang bertransaksi dan menunggu pencairan dana.
      Kalau dijual dengan cara COD atau transfer langsung saja mudah laku, kenapa harus repot pakai marketplace?

    • Herry SW says:

      Pak Mones,

      Untunglah masih ada yang mau beli. Kalau dihitung jumlah peminat mencapai belasan orang. Padahal, ponsel yang saya jual hanya satu unit.

  3. Ristanto Agung says:

    @Mones, Saya mau- mau aja tanpa rekber. Mau transaksi liat- liat juga sellernya boss. Sekelas Om Herry ga mungkin mempertaruhkan nama baiknya demi duit segitu wahai “smart people”!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *